Monday, 31 October 2016

Serial PATENKU 6 (Penjual NAsi Kucing Angkringan)

Kalau orang yang yang sudah pernah di Jogja, atau Orang Jogja sendiri, atau yang pernah berwisata ke Jogja, mestinya kenal dengan istilah "Nasi Kucing" atau angkringan. Nasi Kucing adalah kuliner yang ada di jogja yang di suguhkan dengan bungkusan kecil seperti makanan kucing, hihihi. Awalnya saya juga merasa risih, ketika pertama kali sampai di Jogja. Seorang teman mengajak makan malam di sebuah angkringan, namanya nasi kucing, Saya waktu itu sampai kaget dan mengulang pertanyaan, Apa benar makan nasi kucing? maksudnya apa? makan sama kucing? atau memang nasinya sama dengan makanan kucing?. teman saya waktu itu tertawa aja.. dan bialng ayo kita lihat saja.

Dulu, tahun 1997, pertama kali menginjakkan kaki di Jogja, saya mengenal yang namanya nasi kucing. Walau di awal-awal kedatangan saya belum berani menyentuh dan makan nasi kucing itu. Namun, pada saat kepepet waktu itu uang saya pas-pasan, akhirnya ajakan teman saya iyakan. Nah, itulah pertama kali saya coba makan, dan rasanya..hmmm..lumayan juga untuk menghilangkan lapar..hahahahaa...apalagi selera saya memang selera internasional. Apa aja bisa saya makan, yang penting kenyang. Memang kesan pertama adalah, tempat makannya ngeri, redup-redup...lampunya remang-remang.. jadi kalau mau milih nasi dan lauk harus benar2 diperhatikan..iiih..geli juga. hahaha

tahun 1997, makan satu porsi nasi kucing masih 150,-. tempe satu masih 50,- dan minum Teh anget masih 100-. Jadi sekali makan hanya mengeluarkan uang 300,-. sedangkan kalau makan di Rumah makan Padang harus mengeluarkan minimal 600,-. JAdi, untuk hari-hari selnjutnya Nasi kucing ini menjadi menu wajib saya ketika makan malam. Asyik juga untuk menghemat anggaran dan saya berfikir mereka inilh pejuang-pejuang ekonomi yang turut mensuskseskan para mahasiswa yang menuntut Ilmu di Jogja.

Saya nggak mau bahas nasi kucingnya, saya ingin membahas tentang salah satu penjual nasi kucing. kalau dulu orang jualan nasi kucing, hanya jualan nasi, lauk tempe dan tahu serta ceker, selain itu minuman yang disajikan adalah teh panas, teh es, jeruk panas dan dingin serta Jahe.Penjual nasi kucing biasanya gayanya sangat sederhana, Tampilan penjual sangat sederhana menyesuaikan dengan produk yang dia jual.

Penjual nasi angkringan satu ini sangat berbeda, dismaping gaya layanan yang ramah, menarik dan humble. Penjual Nasi angkringan ini lokasinya di seturan. Saya selalu kangen datang ke angkringan ini, selian layanan yang baik, menyenangkan dan sering di ajak bercerita, juga mereka luar biasa sekali. Selain jualan nasi angkringan juga jual pulsa. Nah, ini bagi saya sebuah stratgei jualan yang bagus. Dia tdk hanya mengandalkan jualan nasi kucing, tapi juga kekinian, ikutan jualan pulsa, Sebenarnya jualan pulsa untuk ukuran sekrang sih mestinya bukan hal yang baru, namun malihat sosok yang jualan saya sungguh kagum dengan mindset yang dia punya. Saya bertanya, kenapa ikut2an jualan pulsa pak, Jawaban dia sederhana aja, yaa...kan sekrang musimnya orang main pulsa mas, semua orang pegang HP, pasti butuh pulsa,, dan yg banyak jadi konsumen saya kan mahasiswa, mereka butuh pulsa yang nilainya kecil-kecil,,saya berfikir, mahasiswa kan uang terbatas, terus biasanya mereka butuh banget pulsa walau sudah malam hari, begitu katanya. Terus mas, Saya jualan nasi kenapa tidak sekalian ikutan jualan pulsa, wong sekalian aja, lagian nggak butuh energi banyak.

Inilah poinntnya, menarik sekali, bagi saya ada pelajaran yang menarik dari kasus ini antara lain :
1. Mindset mengambil peluang apa aja itu sangat penting bagi wirausahawan.
2. Mindset berkembang itu juga sangat dibutuhkan.
3. Differensiasi produk juga sangat penting, karena akan membuat usaha kita memiliki celah yang lain
4. Semangat untuk selalu bertahan itu lebih penting dari segalanya menjadi wirausaha.
5. Melayani dengan baik, ramah dan menarik juga adalah yang sangat penting apabila kita memiliki usaha sehingga konsumen nyaman dengan kita, sehingga terjadi repeat order dan menjadi konsumen yang loyal.

Saya lihat, usaha angkringan Bapak ini sampai skrang masih bertahan dan bahkan selalu ramai, semoga usahanya semakin berkembang dan memiliki ide-ide baru...untuk ukuran si Bapak, saya patut acungkan jempol karena memiliki pikiran dan gaya "kekinian" dan selalu "up-date".

Bravo angkringan!! bravo nasi Kucing!!! Bravo Jogja!!!

Wednesday, 26 October 2016

Serial PATENKU 5 (Sang Penjual Degan Laris)

Kalau cuaca panas terik, terus kita sibuk dengan aktifitas sehari-hari di luar, maka yang selalu teringat adalah air. Kenapa air? karena kita merasakan kehausan yang sangat bersangatan. Haus yang bersangatan harus dihapus sehingga merasakan kesegaran yang luar biasa. Apabila kita mengalami rasa haus, kemudian kita tidak cepat-cepat minum air, maka bisa jadi kita akan mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu, manusia untuk mengurangi rasa hausnya harus minum air. Air minum ini biasanya bisa mengunakan air putih atau biasa juga kita langsung kepikiran nyari air yang lain, dalam hal ini saya selalu berlangganan nyari air "degan". Air degan adalah air kelapa. Selain bisa mengurangi rasa dahaga kehausan juga memiliki nutrisi. saya tidak tau persis nutrisinya apa saja, karena saya nggak ahli dalam ilmu per nutrisian dan ahli gizi.
Lihatlah, dipinggiran jalan raya, atau jalan-jalan banyak sekali pedagang air "degan" yang nongkorong. Mereka pasti sadar dan tau banget kalau air degan ini pasti akan laris bila di musim panas. Namun, air degan ini tidak hanya laku di musim panas, bisa juga menjadi alternatif pengobatan.

Saya dan keluarga juga selalu mengandlakan air degan apabila haus dan apabila keracunan. nah, kami selalu berlangganan dengan Bapak "X". Seorang penjual Degan yag ada di Yogyakarta tepatnya seturan. Selama ini kami juga berlangganan dari satu penjual  ke penjual lain. Tapi sejak ketemu dengan penjual Bapak "X" ini, wah kami nggak mau ke lain hati. Ibarat orang jatuh cinta, aku selalu pada Bapak "X" ini apabila mau beli Degan.

Pertanyannya kenapa? ya kenapa?..karena produk Bapak "X" ini sangat luar biasa. Kami tidak pernah kecewa dengan degan beliau. Biasanya kalau kita menikmati degan, selian airnya adalah "daging" kelapanya yang rasanya luar biasa. Tidak keras, tidak tipis dan lembut. Kami selalu heran, kok bisa ya? Setiap kami membeli degan Bapak "X" ini airnya rasanya enak, trus dagingnya juga selalu "maknyuuss" untuk di nikmati. Waktu itu saya penasaran, dan beranikan diri untuk bertanya. Apkah resepnya? apakah pakai jampi-jampi? Jimat? atau ada doaq-doa khusus. Ternyata jawabannya dari sang penjual membuat saya kaget dan terkagum -kagum. Bapak "X" dan istrinya bilang, oh ya saya lupa biasanya Bapak ini jualan dibantu oleh sang istri yang pelayannnya juga sangat ramah.
Kembali kepada inti persoalan, kenapa "DEGAN"nya si Bapak "X" ini enak banget dan so pasti jadi laris betul. Inilah beberapa tips nya kata si Bapak :
1. Pilih profuk kelapa yang benar-benar bagus, tidak masalah sedikit lebih mahal harganya yang penting konsumen pasti akan suka dan tidak kecewa.
2. Tidak perlu bicara kuantitas, tapi fokus kepada kualitas, karena mereka yakin, kaualitas akan membuat konsumen bisa kembali, lebih baik jual sedikit, dengan kualitas yang baik daripada banyak tapi kualitas jelek, sehingga, wajar kadang siang mereka sudah tutup toko dan kita kecewa karena sudah habis..hehehe..bukan kecewa produknya. (saking larisnya)
3, Pelayanan yang ramah dan tidak "PHP"in konsumen..kadang konsumen bertanya ini bagus nggak??jawab bagus, padahal isinya jelek..
4. Berani mengganti produk yang tidak memuaskan. Saya sering lihat, apabila mereka memotong kelapa, trus mereka lihat isinya nggak bagus, langsung di ganti..ini jarang sekali di lakukan oleh para penjual degan yang lain. So, dahsyat banget yaa??? luar biasa...
5, Kontrol kualitas sebelum di jual dan lakukan pada saat memilih produk untuk di jual. Nah ini pernah saya saksikan, si Bapak "X" memilih produk pada saat supliernya datang. si Bapak sangat teliti sekali, pilah pilih, pukul-pukul, dengerin bunyi (nggak tau bunyi apa).yang bagus ambil, kurang bagus kembalikan.

Ternyata begitulah kawan, setiap bisnis yang dilakukan, butuh pengetahuan yang juga mumpuni. keberhasiulan sebuah bisnis tergantung juga pada pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pebisnis. Jangan abaikan pengetahuan.Kalau tidak tau, tanya dan belajar.Selain itu, juga menjaga komitmen memberikan yang terbaik buat konsumen. Berani mengganti apabila produk rusak dan kurang bagus. Islami banget yaaa???luar biasaaa..

Melihat fakta ini, saya jadi ingin selalu belajar dan belajar. Dari sang Penjual degan ini, Banyak sekali Pembelajaran yang harus juga menjadi komitmen saya sebagai seorang pebisnis. semoga Bapak "X" sang penjual degan selalu sehat, kuat dan komit dengan bisnisnya, sehingga selain usahanya untuk menghidupinya juga banyak memberikan manfaat bagi orang banyak. karena degannya sudah banyak memberikan manfaat kesehatan bagi "konsumen" degan si Bapak.

wallaaahu a'lam


Monday, 24 October 2016

Serial PATENKU 4 (Penjual Madu Hebat)

Hidup harusnya selalu dihiasi dengan semangat untuk menata hidup, mencari rejeki untuk kehidupan. Kata semangat seringkali dipasangkan dengan kata "menyerah" dan Putus asa. Mestinya kata menyerah harus kita hilangkan dalam kamus kehidupan kita masing-masing. bagaimana tidak?? setiap hari kita selalu di sajikan beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah. Kita selalu diberikan "sign" tentang berbagai perumpamaan, perbandingan dan contoh-contoh. Orang yang berakal dan menggunakan akalnya dengan baik, maka setiap tanda-tanda kekuasaan Allah akan menambah rasa syukurnya bahwa ia masih diberikan kehidupan, nafas yang yang masih panjang dan usia yang masih saja ada untuk dipergunakan sebaik-baiknya.

Lihatlah kawan, saya seringkali melihat seorang Penjual madu yang menggunakan motor roda 3. Si Bapak yang penuh semangat saya namakan. Betapa, seringkali saya berpapasan dengan si bapak yang penuh semangat ini, membawa motor dan lengkap dengan jualannya yakni jual madu. Saya tidak paham persis apakah madu yang dijualnya ini laku atau tidak, namun setiap saya berpapasan dan melihat orang ini selalu madu yang dibawanya. Kenapa menggunakan motor roda 3? karena saya melihat kondisi kakinya yang satu tdak berfungsi norman, makanya motor yang bisa dia kendarai adalah motor roda 3. Setiap hari pula saya lihat, istrinya dan kadang anaknya ikut di atas motor ini,

Entahlah, apakah istri dan anaknya juga ikut jualan? tapi terkadang saya melihat anaknya menggunakan seragam sekolah, artinya dia masih sempat mengantarkan anaknya sekolah setelah itu jualan madu.

SUbhanallaah, Allahu Akbar !!!

Dahsyat bukan? Manusia dengan kondisi tubuuh yang tidak normal saja, masih berjuang dan memiliki asa untuk mencari penghidupan untuk anak dan istrinya. Dia sangat memahami bahwa , Laki-laki adalah "kepala keluarga" yang memiliki kewajiban untuk menafkahi keluarga?. Tanyalah pada diri kita masing-masing, khusus bagi laki-laki? apakah kamu sudah menjadi kepala keluarga sebenarnya?apakah kamu telah menunaikan kewajibanmu sebagai kepala keluarga?? karena ini akan kamu pertanggungjawabkan kelak di akhirat. Jangan hanya berfikir dan semangat untuk menikah, mengarungi bahtera rumah tangga, memiliki istri yang sah, namun kamu lupa apa kewajibanmu setelah menikah??

Kewajiban laki-laki adalah "menjadi komandan, panglima, dan sahabat buat istri dan anak-anakmu, Jangan kau hanya berharap menikah untuk melepaskan hawa nafsu-mu dengan dalih "Menghalalkan apa yang haram", belum cukup sampai di sana. Kamu harus dan saya harus mampu menunaikan kewajiban sebagai seorang suami, Ayah, sahabat bagi istri dan anak-anak kita.

Lakukan apa yang bisa kamu lakukan, teruslah bergerak dan bergerak. Bila perlu apalabila kamu juga ada waktu dan kesempatan selalu belajar dan perbaharui kemampuan kamu. Hidup di atas dunia bukan untuk berleha-leha, bersenang-senang saja, tapi berusaha dengan keras mencapai kebahagiaan dunia demi kebahagiaan akhirat yang abadi, kekal selama-lamanya. Bukankah, pekerjaan yang dilakukan oleh seorang hamba dengan kerja keras, sungguh-sungguh dan totalitas dengan cara yang baik dan untuk menafkahi dirinya dan keluarganya, bisa menghapuskan dosa-dosanya???

Ayo semangat!!! dan hapus kata-kata menyerah dalam "pikiranmu" kawan...kalau tidak, malu donk sama Bapak penjual madu itu, yang setiap hari diwaktu pagi pergi jualan mencari rejeki dan malam hari masih berjuang.

kalau ketemu di jalan...boleh di coba madunya...biasanya saya berpapasan di jalan kalurang Jogjakarta.

Friday, 21 October 2016

SeriAL PATENKU 3 (Penjual Koran)

Pernah tidak terbayang dalam diri kita, bahwa kita suatu saat akan beranjak tua. usia kita mulai menahun, rambut mulai ubanan, tenaga sudah tidak kuat lagi, semangat sudah mulai mengendor, mata sudah mulai agak rabun, pendengaran sudah mulai berkurang. Pada saat itu, apa kira-kira yang akan kita lakukan?

Pagi itu seperti biasa saya mengantar anak gadis untuk sekolah. Jadwal yang sudah tetap yakni setiap pukul 07.00 sampai sekolah pukul 07,20. Jadwal ini saya harus biasakan, karena pada saat ini lah saya bisa bercengkrama dengan si gadis, Saya kadang selalu ingin mendengarkan celotehannya, baik tentang hobinya, kesukaanya, mimpinya dan yang paling hot adalah kejasdian-kejadian sekolah. Dari diskusi dan mendengarkan inilah saya bisa memahami "karakter" anak gadis saya, sehingga saya jadi tau nanti bagaimana harus bersikap. Kadang dia bercerita tentang temannya yang adik, suka bertengkar dan suka menganggu, tapi bukan itu pointnya. Point nya adalah, bagaimana dia mensikap itu semua. 

Setelah mengantar sekolah, barulah saya pulang lagi, dan pada saat itu, sekalian saya ingin membeli pisang (pisang batu) untuki di bakar. Pisang ini adalah kesukaan anak gadis. Melewati sebuah jalan yang selalu saya lewati tiap pagi. Maaas, Korannya maas..celetuk seorang gadis tua (hahahhaa....nenek tua siih). Saya buka jendela sambil mencari uang yang harus saya bayarakan. saya langsung tunjuk salah satu koran yang harganya Rp 2000, terus saya menyerahkan uang nilai yang lebih dari 2.000 , pada saat itu saya ingat jumlahnya Rp 10,000. Wah ini kok besar sekali? ujar sang nenek...sambil dia kaget. Mbok, uang kecil mas? masih pagi ini, seru nya. Terus saya bilang , Mbah ambil aja kembaliannya.... Wah jangan mas..saya kasihkan koran satu lagi yaa??. saya bersikukuh udah mbah ambil aja. Waaah...si Mbah nggak enak nih, udah di kasih uyang pagi-pagi, di kasih sangu, ujarnya. dengan perasaan senang. Saya tutup jendela mobil sambil melambaikan tangan.

Luar biasa yaa? seorang perempuan dengan usia yang sudah tua , perkiraan saya usianya ada mendekati 70 sd 80an..di atas usia Ibuku. Masih pagi-pagi dia sudah semangat mencari nafkah..dengan semangat yang luar biasa, ini terlihat dari dandannya yang rapi, senyum yang teruntai tulus. saya berfikir sama istri, betapa hebatnya nenek ini. Semangat dia untuk bekerja dan keluar dari jurang kemiskinan, dia berjuang untuk mencari serupiah demi rupiah lainnya.

Bagaimana bisa, kita yang masih muda, usia masih muda, tenaga masih kuat, pikiran masih fresh, mata masih tajam, pendengaran masih nyaring, rela untuk "kalah" berjuang dengan sang nenek, bahkan di tempat yang lain, ada anak muda yang kerjanya hanya mengemis, atau ngamen dengan hanya tepuk-tepuk tangan sambil sedikit berirama tidak jelas, langsung menengadahkan tangan.  

Adajuga suatu kali saya lihat, anak-anak muda (setelannya mahasiswa) biasanya malam-malam, sambil jualan bunga. sejak tahun 1997 saya di jogja sampai sekarang bunga menjadi komoditas jualan mereka, yang menurut saya udah nggak "up-date" lagi. Mbok ya yang kreatif dikit , mungkin cari produk yang lain, misalkan jualan minuman aqua? atau retaifitas lain? atau bunganya dibuat dengan proses kreatifitas lainnyam sehingga menimbulkan minat bagi pembeli. biasanya uang yg mereka dapatkan akan di gunakan untuk mendukung acara mereka, makrab. sosial dan lain-plain., Tapi dengan posisi dia mahasiswa, ini hanya menurut saya, mbok ya yyang lebih kreatif sedikit...berjuang lebih dahsyat...(ini hanya menurut saya aja sih)....atau bagi mereka jualan minuman nggak keren kali ya? jualan snack yang unik nggak keren? karena ribet bawanya, samppai keringatan. atau..atau..atau..yang lainnya.
andai mereka datang ke saya..saya ajak jualan ...
banyak produk di Mall-mall yang bisa di jualkan...banyak produsen yang bisa di ajak kerjasama penjualan..atau mungkin itu bterlalu menyita waktu, pikiran dan tenaga, akhirnya memilih hanya jualan bunga saja..entahlah..hanya Allah yang tahu jawabannya..

Ayolah kawan....
Hidup ini hanya sementara...
selama tenaga masih kuat, gunakan dengan sebaik-baiknya.
Kalau nggak tau, cari tahu< belajar, belajar dan belajar..
trus punya kemauan yang kuat.kemauan seperti nenek yang cantik dan tulus tadi...




Wednesday, 19 October 2016

Serial PATENKU (Pejuang Ekonomi Keluarga Umat) 2 (Pedagang Bakmie Jawa)

Sore itu saya menemani anak gadis untuk berenang. Anak gadis kami berenang dengan coach yang biasanya lokasinya di Hotel , Salah satu hotel di Yogyakarta. Seperti biasa, sembari menemani saya selalu mencari alternatif tempat makan. Maka, iseng-iseng saya mencoba mencari-cari lookasi yang bisa nongkrong. Akhirnya pilihan saya jatuh di sebuah rumah makan sederhana. Dari depan memang kelihatan sebuah warung yang kurang terawat, tidak menarik untuk dikunjungi., Namun saya tetap mencoba untuk masuk dan memesan makanan.

Di dalam warung tersebut, saya saksikan ada seorang ibu-ibu yang aktif memasak. Masakan yang di masak adalah sayuran, gorengan dan masak air. Saya langsung bertanya tentang menu apa saja yang dia sedikan di warung dia. Ternyata hanya ada bakmi jawa serta makanan nasi Ramas (prasmanan). Saya langsung pesan Nasi Ramas saja, karena saya lihat ada lauk Telur goreng yang menjadi kesukaan saya. kemudian tak lupa pula saya memesan Minuman, Teh manis Hangat.

Sembari makan saya selalu mencoba mengajak ngobrol santai dengan si Ibu,Pertanyaan standar saja, yakni sejak kapan jualan?terus bagaimana perkembangan sampai sekarang, kemudian apakah tempat jualannya sudah menjadi aset sendiri atau kontrak/sewa. Di tengah makan dan ngobrol datang seorang bapak-bapak yang ternyata adalah Suami si Ibu. Ternyata Bapak ini malah yang aktif bercerita dan ngajak ngobrol.

Mas, saya sudah 30 tahun buka usaha ini. sejak zaman Suharto sampai Zaman Jokowi. Tau nggak mas, dalam usaha itu yang paling penting tekun, telaten dan sabar. Karena mau ngikutin zaman, wah saya bukan orang pintar. Saya ini hanya orang kecil yang punya semangat, Tapi Saya tetap ingin anak-anak saya sekolah dan ikut pendidikan yang layak. Tapi yang namanya anak ya, mereka mau sekolah tinggi-tinggi oke, mau sampai SMA aja ya nggakpapa, yang penting kewajiban saya sudah saya tunaikan. Bapak ini berujar, Anak-anak saya semua sekarang sudah kerja mas. Jadi ini usaha tetap saja saya sama istri saya. Tuh di depan, saya jualan bensin eceran, tau nggak kenapa? karena ini jalan ramai, pasti orang butuh bensin, selaolin itu saya juga sekalian buka tambal ban, Kasihan wong-wong yang kebanan (bocor bannya). Jadi sekalian usaha sekaligus juga saya ikut membantu orang yang kena musibah.

Panjang cerita dan obrolan selama satu jam efektif ini, yang pada akhirnya bisa saya simpulkan, bahwa selama ada usaha dan ikhtiar yang maksimal, pastri ada jalan yang diberikan Allah SWT. Setiap orang punya pilihan untuk menjadi apa dan bagaimana mencapainya. Setiap orang punya energi sendiri dan keyakinan sendiri. Bahkan saya pernah bertanya, apakah kondisi negara sekarang ini membuat mereka susah, misal BBM naik, harga naik dan sebagainya, Si Bapak bilang nggak ada mas, wong kalau naik ya kita tinggal menyesuaikan kebutuhan, toh sudah di atur sama Yang Maha Kuasa. Tinggal kita bisa menerima dan berjuang terus atau kita menyerah dengan kondisi. Ini salah satu pernyataan "wong cilik" yang mengejutkan saya. Betapa mereka itu kuat...mereka itu bisa bertahan, makanya tidak heran kalau ada krisi mereka tetap bisa eksis, so siapa sebenarnya yang bilang BBM naik rakyat menderita? rakyat tersisa? jangan -jangan hanya sebagian orang yang punya kepentingan saja, Toh masyarakat santai - santai saja. Mereka hanya ingin negara ini damai, segingga berusaha bisa aman, lancar dan damai. kalau kondisi nyaman, jualan dan buka usaha juga enak .,katanya.

Sekali lagi, saya disadarkan oleh seorang pedagang pinggiran , jualan bensin, tambal ban dan bakwi jawa, bahwa "sebanrnya hanya gengsi kita" yang meruntuhkan mimpi-mimpi kita sendiri.

Monday, 17 October 2016

Serial PATENKU I (PejuangTegar Ekonomi Keluarga)

Hari ini saya mampir di salah satu warung PATENKU. Mampir untuk beli pertalite motor. Saya lihat kondisi warung yang serba sederhana. PATENKU menjual beberapa kebutuhan sehari-hari yakni, mie instan, sabun, rokok dan lainnya serta Jualan pertalite. Terlihat wajah yang biasa-biasa saja. Sedikit saya mengintip ke dalam rumahnya yang terlihat dari depan warung, seorang perempuan yang duduk di atas kasur, sepertinya ini istrinya, bisik saya dalam hati.

Betapa, saya melihat ini sungguh sebuah pemandangan yang biasa-biasa saja, sambil saya menghitung botol-botol yang terisi pertalite, 1,2,3 sd 40 botol. 40 x 1000 = 40.000. Kalau setiap hari semua botol ini habis maka mereka amendapatkan keuntungan 40.000,-. Kemudian dari jualan rokok, andaikan setiap bungkus rokok keuntungannya 500.- maka apabila 20 bungkus laku, maka 20 x 500 = 10.000. jadi 40.000+10.000= 50.000. kalau konstan seperti ini maka mereka mendapatkan keuntungan selama sebulan 50.000 x 30 = 1.500.000.

Saya berfikir panjang, dengan uang 1.500.000 selama sebulan untuk hidup apakah mencukupi?? buat makan mereka? memutar kembali modal usaha? dan belum lagi apabila istri beliau yang sakit kalau harus di bawa ke dokter. namun faktanya, sampai saat ini mereka masih tegak berdiri di warung yg sama. Mungkin sudah 10 tahun? 20 tahun? entahlah. Namun, satu hal yang bisa saya acungi jempol, Bapak ini melayani dengan ramah, senyum yang mengambang dan tutur bahasa yang lembut. Mungkin ini salah satu kunci kenapa dia masih bertahan sampai sekarang, pikirku dalam Hati.

Inilah pejuang Tegar ekonomi Keluarga....Pagi ini, saya merasakan syukur yang sangat, saya masih diberikan harta yang sedikit berlebih dari Bapak ini, saya Harus bersyukur...
Semoga dia memiliki Putra-putri di lain tempat yang sesungguhnya bisa membantu ekonomi keluarga mereka, semoga.....semoga...aamiin.

Kembali ke Fitrah Manusia

Manusia hadir ke atas dunia ini adalah sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah di muka bumi artinya adalah, manusia harus siap untuk berbuat kebaikan-kebaikan yang menjadi dasar penciptaan manusia. Manusia yang diberikan akal bisa mencerna mana perbuatan baik dan perbuatan yang buruk. Harusnya, ketika akal digunakan, manusia mampu menjadi garda depan bagi makhluk lainnya sebagai pemimpin kehidupan....

Hiduplah dengan akal mu, hiduplah dengan akalmu yang dipenuhi dengan kebaikan-kabaikan.
Pergunakanlah akalmu, pergunakanlah akalmu, untuk mencipta sesuatu yang berimbas pada kebaikan-kebaikan.