Hari ini saya mampir di salah satu warung PATENKU. Mampir untuk beli pertalite motor. Saya lihat kondisi warung yang serba sederhana. PATENKU menjual beberapa kebutuhan sehari-hari yakni, mie instan, sabun, rokok dan lainnya serta Jualan pertalite. Terlihat wajah yang biasa-biasa saja. Sedikit saya mengintip ke dalam rumahnya yang terlihat dari depan warung, seorang perempuan yang duduk di atas kasur, sepertinya ini istrinya, bisik saya dalam hati.
Betapa, saya melihat ini sungguh sebuah pemandangan yang biasa-biasa saja, sambil saya menghitung botol-botol yang terisi pertalite, 1,2,3 sd 40 botol. 40 x 1000 = 40.000. Kalau setiap hari semua botol ini habis maka mereka amendapatkan keuntungan 40.000,-. Kemudian dari jualan rokok, andaikan setiap bungkus rokok keuntungannya 500.- maka apabila 20 bungkus laku, maka 20 x 500 = 10.000. jadi 40.000+10.000= 50.000. kalau konstan seperti ini maka mereka mendapatkan keuntungan selama sebulan 50.000 x 30 = 1.500.000.
Saya berfikir panjang, dengan uang 1.500.000 selama sebulan untuk hidup apakah mencukupi?? buat makan mereka? memutar kembali modal usaha? dan belum lagi apabila istri beliau yang sakit kalau harus di bawa ke dokter. namun faktanya, sampai saat ini mereka masih tegak berdiri di warung yg sama. Mungkin sudah 10 tahun? 20 tahun? entahlah. Namun, satu hal yang bisa saya acungi jempol, Bapak ini melayani dengan ramah, senyum yang mengambang dan tutur bahasa yang lembut. Mungkin ini salah satu kunci kenapa dia masih bertahan sampai sekarang, pikirku dalam Hati.
Inilah pejuang Tegar ekonomi Keluarga....Pagi ini, saya merasakan syukur yang sangat, saya masih diberikan harta yang sedikit berlebih dari Bapak ini, saya Harus bersyukur...
Semoga dia memiliki Putra-putri di lain tempat yang sesungguhnya bisa membantu ekonomi keluarga mereka, semoga.....semoga...aamiin.
Subhanallah.. Apiiik.. Harus kita ambil contoh dari cerita Bang Adri, banyak kita termasuk saya sendiri merasakan, kadang banyak mengeluh dengan apa yg ada, namun merasakan kekurangan dari apa yg Ndak ada.. Allah membuka kembali pintu syukur saya, melalui cerita Bang Adri.. Makasih bang
ReplyDeleteSubhanallah.. Apiiik.. Harus kita ambil contoh dari cerita Bang Adri, banyak kita termasuk saya sendiri merasakan, kadang banyak mengeluh dengan apa yg ada, namun merasakan kekurangan dari apa yg Ndak ada.. Allah membuka kembali pintu syukur saya, melalui cerita Bang Adri.. Makasih bang
ReplyDeletesama sama Bro Fierman...semoga kita selalu menjadi orang yang selalu bersykur aamiin
DeleteIts a Touching Story, We are like it, terima kasih Bang Adri
ReplyDeletewww.surauritel.com
you are welcome Jendral ori...just go on to reach our dream
Delete