Thursday, 17 October 2019

Kenyataan Tak Sesuai Cita-cita

Kenyataan Tak Sesuai Cita-cita

Kenyataan memang seringkali tak sesuai dengan cita-cita kita semasa kecil. Kenyataan juga kadang tak sesuai dengan cita-cita ketika kita sudah menginjak remaja, bahkan Kenyataan seringkali berbeda dengan cita-cita ketika kita sudah dewasa dan akan menentukan pilihan. Saya dulu bercita-cita menjadi "ustadz" atau "dosen" yang mengajar di Kampus Islam. Oleh sebab itu, sejak sekolah dasar saya telah berkutat dengan segala hal yang berhubungan dengan bau-bau ustadz, misalkan sejak kecil saya sudah belajar menjadi mubaligh, mubligh cilik. sejak kecil yang saya maksud adalah ketika usia masih SD. Saya rutin setiap hari Sabtu sd Minggu ikut sekolah menjadi kader mubaligh cilik, entah berapa tahn saya juga sudah lupa persisnya. Pokoknya, sejak ikut sekolah itu, saya juga menjadi Hafidz Quran walau hanya Juz Akhir yakni juz 30. Cita-cita saya selalu bergelora, apalagi ketika diberikan kesempatan untuk tampil di depan, di atas meja ceramah dan menceramahi Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang rajin ke mesjid. Ada semacam kecanduan yang muncul karena saya merasa bangga bahwa saya bisa bicara di depan orang banyak, sedangkan apa yang saya sampaikan? saya tak pernah peduli yang penting orang mendengarkan saya dan sekali-kali terdengar ocehan "wah pintar kali anak itu, siapa namanya?, atau celetukan lain, hebat dia, kecil-kecil dah bisa ceramah dan hafal ayat-ayat Al-qura, sama artinya terus juga bisa menjelaskan maksud ayatnya. Begitulah, sejak saat itu, Saya selalu punya cita-cita menjadi Ustadz.

Pengalaman ketika Remaja 

Ketika beranjak remaja, Saya masuk sekolah agama yang sekarang sekolah ini sudah berganti label menjadi pesantren. Pesantren ini sangat dikenal tentunya di kampung saya minimal atau di daerah Sumatera barat Umumnya, karena pesantren ini konon didirikan oleh salah satu Guru Yakni Syiekh Ibrahim Musa yang menjadi salah satu tokoh pergerakan Islam masa lampau. Katanya, beliau adalah tokoh yang moderat , tokokh yang selalu bisa menempatkan posisi antara tokokh tradisionalis dan tokokh modernis masa itu. Saya sangat berbangga bisa sekolah di sini karena sekolah ini mestinya nanti akan melahirkan output yang setidaknya juga nanti adalah orang-orang berilmu yang moderat dan bisa berkawan dengan siapa saja.

Setelah menamatkan sekolah di pesantren,tentu saya juga mengambil jalur yang sama yakni kuliah di kampusn yang juga mengajarkan tentang ilmu-ilmu agama, sehingga akan menambah kesaktian saya mempelajari ilmu Agama. Pilihan akhirnya berlabuh di sebuah kampus Tua nan termasyhur Yakni IAIN SUnan kalijaga Yogyakarta. Pertama Kuliah di sini memang bikin shock dan terheran-heran, ternyata saya bukanlah siapa-siapa dan bukanlah apa-apa, karena saking tingginya tingkat keilmuan kawan-kawan yang berasal dari seluruh penjuru nusantara, terus terang Saya sempat Minder dan merasa "kalah". Saya merasa sangat susah sekali untuk mengikuti pelajaran di kampus, karena metode yang berbeda dengan semasa pesantren. Hidup saya memang selalu dalam dunia kalah dan menang hahahaha..jika merasa akan menang maka saya akan bersemangat , namun jika merasa kalah, maka Saya merasa putus asa, tidsk bisa menerima dan kecewa.

Fakta yang Saya Alami ketika Kuliah ini, adalah awal dari suatu kisah yang akan membelotkan saya dari cita-cita mulia dulunya, dimana keinginan mnejadi ustadz mulai pudar dan berganti keinginan yang lain, Hal ini dimuali dari ketika saya mulai aktif menjadi aktifis Organisasi Mahasiswa dan kampus. Ketika menjadi Aktifis Organisasi mahasiswa , eksistensi saya mulai kelihatan dan saya mulai bisa menikmati, sampia akhirnya saya bersentuhan dengan kegiatan kemahasiswaan yang namanya Koperasi Mahasiswa. Organisasi ini bergerak dalam bidang kegiatan Koperasi dan usaha. Waaah..hal ini semakin menarik untuk digeluti dan bahkan Saya sampai puncak karir dalam organisasi ini Menjadi Ketua Umum KOPMA IAIN SUNAN KALIJAGA. wow..amazing, ternyata menjadi penguasa enak juga , hahahaha...semua mata tertuju sama kita, baik mata yang sendu, manis, taapan kagum dan bahkan juga benci dan jijik hahahaha..lengkap pokoknya.Namun saya menikmati momen momen itu..

KOPMA IAIN telah merubah cara saya berfikir, cara saya bersikap dan bertindak dan juga merubah cita-cita Saya. Akhirnya saya malah larut dengan kegiatan ini dan menikkamti semua hal yang berhubungan dengan KOPErasi dan Usaha. Sampai akhirnya Saya memilih Untuk menjadi Pengusaha. Yess Pengusaha...Cita-cita menjadi Ustadz sudah sirna dan Berganti menjadi Pengusaha yang juga ustadz,,upsss..hahahhaa..Ustad Ritel Indonesia ...wkwkkww

Saya yakin, banyak juga yang mengalami hal yang sama, bahwa cita-cita awal tentulah seringkali berbeda dengan Fakta yang akhirnya dialami oleh seseorang. Itu semua adalah Pilihan, dan Pilihan tentu saja diikuti oleh Usaha dan Ikhtiar yang berjalan seiring dengan cita-cita tersebut. Saya, Pastinya memang tidak lagi menjaga cita-cita awal saya dengan Ikhtiar yang saya lakukan, maka Takdir sekarang saya menjadi Pengusaha. Tak apa apa..Toh Yang penting dalam Hidup adalah memberikan manfaat sebanyak-banyaknya buat manusia lainnya, tentu setelah kita juga sudah bisa mandiri dan tegak berdiri.


Thursday, 3 October 2019

Adri dan Jokowi 2019

Adri dan Jokowi

Adri dan Jokowi, ya...sebenarnya tak ada hubungannya sih. Jika di runut juga dari sisi silsilah tak ada satupun silsilah kami yang bisa ketemu. Namun, kami sama-sama anak Adam, bani Adam, Itu saja sudah cukup. Kita semua adalah Bani Adam, Kita semua adalah manusia yang terlahir dari Induk yang sama yakni Adam dan Hawa, entah kalau ada yang berfikir bahwa Teori Darwin itu Fakta, maka mungkin ada yang merasa keturunan non Adam hahahahhaa..

Adri dan Jokowi, ya tidak ada juga kesamaan. beliau adalah Presiden Indonesia yang terpilih sampai dua periode. Beliau adalah manusia Indonesia yang terlahir sebagai pemimpin negeri ini, beliau ditakdirkan untuk memimpin Negeri ini yang dikenal dengan negeri Gemah Ripah loh Jinawi. Negeri yang diyakini sebagai negeri yang makmur, kaya sumber daya alam, indah pemandanggannya, subur tanahnya, apa saja yang ditanam maka akan menjadi. Jokowi adalah sosok manusia kurus pekerja keras dan memiliki tekad yang kuat, sehingga beliau akhirnya dipercaya oleh Rakyat Indonesia untuk menjadi panglima tertinggi di negeri ini.

Adri dan Jokowi, yaaaa..Saya hanyalah manusia biasa, anak muda yang terlahir dari desa yang jauh nun di sana, luar pulau jawa, Desa yang dekat dengan pegunungan Marapi. entah kenapa pula akhirnya saya ditakdirkan untuk merantau ke tanah Jawa , bercokol di negeri Para Raja-raja Mataram, Negeri yang juga berdekatan dengan kampung halaman Jokowi. Saya hanyalah manusia biasa yang memiliki mimpi-mimpi untuk diri saaya sendiri. Saya adalah manusia biasa yang hanya mencoba peruntungan dinegeri mataram, sampai akhirnya saya memiliki Istri dan Anak dan Mertua yang juga adalah titisan darah Biru Kraton Mataram (mertua tiri seh yaa..hahahah) tapi, minimal kenaklah dikit birunya..hehehe..Maaf Bu mertua Ibu HJ. Sitoresmi Prabuningrat. Akhirnya sayapun merasa nyaman di negeri Mataram, negeri yang elok, nyaman dan tentram. negeri yang banyak menuntaskan mimpi-mimpi saya.

Adri dan Jookowi, ya..tidak ada secuilpun kisah kami nan sama, namun, saya hanya melihat bahwa Jokowi telah menjadi inspirasi bagi Saya, Bahwa beliau sungguh-sungguh telah memberikan energy yang besar bagi saya, bahwa jika "tekad kuat, semangat tinggi, sungguh-sungguh, dan tentu mengusung kebaikan-kebaikan" maka, apapun mimpi akan bisa menjadi kenyataan.

Jookowi telah menunjukkan pada saya, bahwa menembus tembok yang tinggi, kokoh dan mustahil kiranya bagi manusia rata-rata, ternyata bisa dilakukan, Akhirnya, ini telah menjadi bukti bagi Saya pribadi, Bahwa Allah lah Sang Maha Kuasa, Allah benar-benar menunaikan janjinya yang maha Benar dan maha Tidak Palsu, Allah Maha Bijaksana sebagai Hakim di dunia ini. Allah telah menunjukkan bahwa Manusia itu hanya bisa berencana, Tapi Allahlah yang mutlak untuk memutuskan segalanya. Semua kejadian-kejadian di muka Bumi ini, hendklah menjadi Hikmah bagi kita manusia yang berfikir.

Jokowi telah mampu menembus batas-batas feodalisme dan oligarki di negeri 62 ini. Hadirnya sosok Jokowi telah mengejutkan semua orang, ada yang tidak pervaya, ada yang terkesima, ada yang juga pastinya tidak bisa menerima, bahkan mungkin marah dan kesal dengan sosok ini. Namun, sekali lagi, Fakta dunia, Takdir Allah, telah menjadikan bahwa ini sebagai Bukti nyata. janganlah menolak Takdir yang sudah di gariskan, Tinggal ambil Hikmah terbaiknya.

Jokowi tentu bukan nabi, tentu bukan manusia sempurna, tentu beliau memiliki salah dan khilaf. Itu biasa, karena begitulah normalnya manusia, salah, khilaf dan bersalah. banyak kekurangan sana sini, itu biasa, Namun Jokowi tentu bukan lah orang yang biasa saja, bukan manusia pengalah saja, bukan manusia yang hanya mau dibawa sana sini, saya Yakin, beliau adalah sosok yang juga memiliki prinsip yang kuat.Kenapa? karena tidak mungkin ada manusia yang bisa hadir sebagai pemimpin negeri ini, adalah manusia-manusia yang rata-rata, tentu beliau juga memiliki kelebihan-kelebihan dan keistimewaan sebagai manusia biasa. Simpel saja, untuk menjadi ketua kelas, tentu orang terpilih, menjadi ketua organisasi kampung tentu orang terpilih, menjadi ketua organisasi kampus tentu orang terpilih, menjadi Pimpinan perusahaan tentu orang terpilih ,,,artinya , setiap orang yang dipercaya untuk memimpin, tentu memiliki kompetensi yang kuat.

Adri dan Jokowi...jelas tak ada hubungan dekat
Tapi Jokowi telah memberikan banyak Inspirasi bagi saya
Bukan manusia sempurna,
tentu ada salah dan kurangnya..
begitu juga saya...'
jadi akhirnya kami punya kesamaan
sama sama manusia yang sangat Insaniah
Lupa, salah dan khilaf.

Presiden Jokowi Keren dan Adri

Tuesday, 1 October 2019

Duka Tak Terperi Dari Wamena

Duka tak Terperi dari Wamena

Duka Tak terperi datang dari Wamena

Ketika membaca berita tentang kejadian adanya korban manusia-manusia yang tak berdosa di Wamena, maka kemanusiaan kita langsung terpanggil, Kita tentu tak pernah membayangkan bahwa kenapa tiba tiba ada kejadian yang membawa serta arimata karena kedukaan. Kenapa harus ada hiba dan sesak di dada mendengrakan kisah-kisah pilu ini. Bear , bahwa Umur adalah takdir Allah semata, Namun kejadian ini sungguh membuat kita Marah, emosi dan meledak-ledak dan menahan geram, kenapa bisa ada manusia yang dengan ganasnya melakukan pembunuhan terhadap saudaranya dengan cara-cara keji seperti itu.

Duka Wamena telah merenggut nyawa manusia lebih dari 30 an orang dengan berbagai macam latar belakang suku, agama dan daerah. Mereka meregang nyawa karena direnggut dengan cara-cara biadab dan tak beradab. Nyawa mereka melayang seolah-olah tak ada harganya, dan kita jadi berfikir apakah ini akan terjadi lagi , lagi dan lagi. kadang juga terbesit tanya, apakah juga bisa ini terjadi sama diri kita masing-masing? kapan? trus apakah kita bisa selamat? bagaimana caranya? tidak adakah cara dan ikhtiar yang bisa mencegah itu terjadi? enatahlah...

Kerja Allah Tuhan maha pencipta adalah hak-Nya, manusia hanya pada tataran usaha dan ikhtiar. Manusia diberikan akal untuk berfikir tentang kewarasan, berfikir tentang mebangun peradaban yang sehat dan damai. memang benar bahwa manusia diciptakan juga sudah komplit dengan masalah yang include dalam diri mereka sendiri karena ada Nafsu yang dimiliki, Namun Nafsu bisa dikalahkan oleh Akal yang sehat, Nafsu bisa dikalahkan oleh Nurani yang sehat dan waras, nafsu juga bisa dikalahkan dengan "hati yang bening dan Suci" yang tak pernah berfikir untuk keburujkan dan kejahatan.

Duka Tak perperi dari Wamena

Duka dari Wamena, telah mengajarkan pada kita bahwa , hidup manusia itu penuh dengan darah dan airmata. Duka Wamena juga telah mengajarkan pada kita bahwa kedamaian juga harus diperjuangkan. Duka Wamena juga telah mengajarkan pada kita bahwa kemanusiaan itu itu diata segalanya. Duka Wamena juuga telah mengajarkan pada kita bahwa di bumi ini, telah hidup dan bersamayam manusia-manusia yang hadir sebagai iblis dan setan-setan gentayangan yang tidak bisa menggunakan akal sehat dan nuraninya. duka Wamena juga telah mengajarkan pada kita bahwa Nafsu, kekuasaan, Harta adalah Fitnah terbesar dalam hidup kita sebagai manusia.

Apakah kita akan berpangku tangan saja melihat kebrutalan dan gaya barb-bar seperti ini? tentu tidak. Apakah kita akan membiarkan saja , budaya dan peradaban yang terus menerus mengeksplorasi kebodohan dan nir -moral seperti ini? tentu tidak!!! sekali-kali tidak!!!

Semoga Pemimpin-pemimpin negeri ini, yang selalu mengedepankan nafsu dan syahwat politiknya dan kekuasaannya, bisa tersadar dengan kasus ini, bahwa di Suatu masa, kalian akan dimintai pertenggungjawaban yang sangat berat. Ini adalah pelajaran berhagar, jika kalian tidak sungguh-sungguh memimpin , menciptakan rasa damai dan keamanan kepada rakyatmu, maka mestinya kalian harus mengurai kembali dan sadar diri bahwa kalian hanyalah manusia biasa yang tak lebih dari daging-daging dan tulang belulang yang suatu saat nanti akan hilang dan fana di atas BUmi ini.

Setiap zaman, mesti ada lahir provokator-provokator
Setiap zaman mesti ada manusia-manusia Tak bermoral
Setiap Zaman, Selalu diisi oleh manusia-manusia tak berakhlak
Itulah sebabnya Rasulullah SAW di utus untuk memperbaiki Akhlak manusia
Karen Akhlaklah yang bisa menyelamatkan peradaban
Manusia berilmu tanpa akhlak maka akan hancur
Karena Akhlak Adalah pewujud kedamaian dimuka bumi ini.

Allah Tuhan Yang Maha Kuasa Maha Tahu dengan semuanya,
Semoga Allah berikan kedamaian buat negeri Kita, Indonesia ini.Aamiin.



Warungku Adalah Hidupku

Warungku Adalah Hidupku

Warungku Adalah Hidupku bro/sis

Warungku adalah hidupku, adalah pernyataan salah seorang peserta sewaktu saya mengisi pelatihan manajemen minimarket moderen bekerjasama dengan Dinas Perindagkop Sleman Yogyakarta. Ketika itu, Seperti biasanya saya meminta peserta untuk mengungkapn kata-kata yang menguatkan mereka dengan bisnis yang mereka miliki. Salah satu peserta berucap dengan pekikkan "warungku adalah Hidupku". Ini sebuah pernyataan yang penuh semangat masa lampau yang tersemburat dengan otomatis dan tanpa pikiran terlebih dahulu. Sehingga Saya bertanya, Sudah berapa lama Ibu memilliki warung? sang Ibu menjawab dengan lantang 20 tahun Mas, Adrii!!!..Wow!!!

Ya, betull, Saya juga mengatakan bahwa dai Jutaan Ummat adalah Ustad Zainuddin  dan HP jutaan Ummat adalah HP merek nokia 3310 dan bisnis yang jutaam Ummat adalah ya bisnis ini, Bisnis Retail, sembako, warung sembako, kelontongan,kios rokok dan sembako dan lain-lain namanya yang masing-masing daerah memiliki nama khas sendiri-sendiri. Beyuuul..bahwa Warung itu adalah hidup para banyak emak-emak dan bapak bapak seantero Negeri ini. Saya mengkonfirm juga bahwa orang tua saya juga punya warung/kadai/lapau yang didirikan sejak tahun 1982-1983, dan Alhamdulillah sampai hari ini masih hidup. Warung Itulah yang membesarkan Saya, kakak -kaka saya dan Adik-adik saya sehingga bisa sekeolah dan sampai hari ini mengantarkan Saya juga menjadi pengusaha yang juga berbasis warung yakni Konsultan Minimarket lokal dan mandiri.

Warungku Adalah hidupku

Saya masih ingat , betapa Ama dan Apa saya selalu bekerja keras sejak dulu, membuka warung dengan varian produk yang macam-macam, jualan sembako, hadiah, mainan dan bahkan juga variasi jualan makanan berat, misal nasi , sate, dan jajajan pasar lainnya. PAsarnya waktu itu adalah siswa MTSN?MAN Kubang Putiah (negeri nenek moyang saya). Setiap pagi, kadai/lapau buka setelah shuubuh, kemudian dah siap-siap menata barang dan Ama juga siapkan masakan berat. Kami dengan sabar menunggu para siswa datang untuk mampir ke kadai, ada yang makan, merokok dan makan jajajnan lainnya. Hal yang paling saya suka adalah ketika jam istirahat, waaaaah...itu langsung diserbu oleh para siswa. Saya juga dulu walau usia masih TK sudah belajar melayani transaksi walau hanya mengembalikan uang atau mengarahkan barang apa saja yang mau dibeli. sangat senang rasanya, melihat puluahn bahkan ratusan siswa yang datang belanja dan akhirnya pas jam istirahat selesai, saat itulah momen-momen lebih menyenangkan lagi..Hitung Uang masuk hahahahhaa...

Ketika dulu, usia masih TK, melihat banyaknya uang yang terkumpul rasa bahagianya luar biasa, walaupun tak tau apa gunanya, namun senang saja melihat tumpukan uang yang berjibun. Kadang Apa (Ayah) saya cerita bahwa uang ini lah yang akan digunakan buat bayar sekolah Kakak dan Saya nantinya, makanya kita harus jualan yang banyak. KAdang juga Apa saya menyuh untuk masukkan ke dalam tabungan walau jumlahnya saya tidak tau persis, karen Menurut beliau ini bagus buat sewaktu-waktu kalau ada keperluan mendadak.Gara-gara itu, saya jadi terbiasa untuk mengambil uang dan memasukkan dalam tabungan walau tidak di suruh, diam-diam saja...eeeh akhirnya tabungan itu juga terbongkar, ketika saya Mulai mebutuhkan biaya buat sekolah.betapa bahagianya.

Warungku adalah hidupku
Betapa sebanrnya, bisnis yang berbasis rumahan ini, urusan perut sebenarnya adalah bisnis yang memiliki ketahanan yang cukup lama. Maka, layak dan benar kiranya kalau masyarakat memilih bisnis ini sebagai andalan mata pencaharian, Saya yakin se yakin-yakinnya, sudah banyak warung yang berhasil dan masih berdiri puluhan tahun dan sudah banyak menghasilkan generasi-generasi hebat dari warung itu, apakah telah menciptakan sarjana hebat, pekerja profesional hebat, insinyur hebat, Ustad yang hebat, Kyai yang hebat, pengusaha yang hebat. Warung ukuran 10-20m2 telah banyak mengubah hidup rakyat/masyarakat Indonesia, apatah lagi warung yang lebih luas misal 100 sd 500 m2 hahahahahhaa...

So, Semangat Ibu-ibu tadi, telah menyentuh rasa kesadaran saya, telah menghentakkan rasa keyakinan saya, telah memberikan energy berlipat buat saya, telah memebrikan keyakinan terhdap saya, bahwa sebenarnya usaha yang berbasis "makanan/urusan perut" adalah bisnis yang tak lekang oleh waktu dan bisa dijadikan sebagai andalan untuk mata pencaharian dan tidak tertutup juga bisa kaya dari warung yang telah bermetamorfosa menjadi minimarket dan Supermarket.

Banyak juga warung sembako, kelontong yang tradisional berubah wujud dari warung sederhana menjadi minimarket/supermarket moderen,dari 1 gerai menjadi 10 gerai, dari ukuran 20m2 menjadi 200m2 atau bahkan 2000m2. Saksikanlah banyak minimarket/supermarket moderen lokal dan mandiri yang tersebar di seluruh pelosok negeri hari ini...

Warung Lokal Mandiri

Warung ku hidupku

Warung adalah hidupku

Warungku adalah hidupku
Minimarketku adalah andalanku
Hidupku adalah untuk berjuang dan berusaha
Jihadku adalah untuk menyelesaikan semua permasalahan ekonomi keluargaku!!!
Wahai Para Mujahid Pemilik warung-warung, Toko kelontongan, Minimarket lokal/Supermarket lokal, bersatulah!!!! engkau adalah para Mujahid yang sungguh-sungguh juga keren.Engkau adalah para mujahid yang telah melahirkan generasi-generasi emas lewat warung kecilmu, toko kecilmu dan kios kecilmua!!!

Lihat juga metamorfosa warung menjadi Minimarket/Supermarket. Yang berubah adalah penataannya misal menggunakan Rak Minimarket moderen tapi masih dimiliki oleh masyarakat lokal dan juga memaksimlkan potensi teknologi moderen.
Dmart Magelang, Minimarket lokal

Yasindomaret, Minimarket lokal mandiri