Tuesday, 1 October 2019

Duka Tak Terperi Dari Wamena

Duka tak Terperi dari Wamena

Duka Tak terperi datang dari Wamena

Ketika membaca berita tentang kejadian adanya korban manusia-manusia yang tak berdosa di Wamena, maka kemanusiaan kita langsung terpanggil, Kita tentu tak pernah membayangkan bahwa kenapa tiba tiba ada kejadian yang membawa serta arimata karena kedukaan. Kenapa harus ada hiba dan sesak di dada mendengrakan kisah-kisah pilu ini. Bear , bahwa Umur adalah takdir Allah semata, Namun kejadian ini sungguh membuat kita Marah, emosi dan meledak-ledak dan menahan geram, kenapa bisa ada manusia yang dengan ganasnya melakukan pembunuhan terhadap saudaranya dengan cara-cara keji seperti itu.

Duka Wamena telah merenggut nyawa manusia lebih dari 30 an orang dengan berbagai macam latar belakang suku, agama dan daerah. Mereka meregang nyawa karena direnggut dengan cara-cara biadab dan tak beradab. Nyawa mereka melayang seolah-olah tak ada harganya, dan kita jadi berfikir apakah ini akan terjadi lagi , lagi dan lagi. kadang juga terbesit tanya, apakah juga bisa ini terjadi sama diri kita masing-masing? kapan? trus apakah kita bisa selamat? bagaimana caranya? tidak adakah cara dan ikhtiar yang bisa mencegah itu terjadi? enatahlah...

Kerja Allah Tuhan maha pencipta adalah hak-Nya, manusia hanya pada tataran usaha dan ikhtiar. Manusia diberikan akal untuk berfikir tentang kewarasan, berfikir tentang mebangun peradaban yang sehat dan damai. memang benar bahwa manusia diciptakan juga sudah komplit dengan masalah yang include dalam diri mereka sendiri karena ada Nafsu yang dimiliki, Namun Nafsu bisa dikalahkan oleh Akal yang sehat, Nafsu bisa dikalahkan oleh Nurani yang sehat dan waras, nafsu juga bisa dikalahkan dengan "hati yang bening dan Suci" yang tak pernah berfikir untuk keburujkan dan kejahatan.

Duka Tak perperi dari Wamena

Duka dari Wamena, telah mengajarkan pada kita bahwa , hidup manusia itu penuh dengan darah dan airmata. Duka Wamena juga telah mengajarkan pada kita bahwa kedamaian juga harus diperjuangkan. Duka Wamena juga telah mengajarkan pada kita bahwa kemanusiaan itu itu diata segalanya. Duka Wamena juuga telah mengajarkan pada kita bahwa di bumi ini, telah hidup dan bersamayam manusia-manusia yang hadir sebagai iblis dan setan-setan gentayangan yang tidak bisa menggunakan akal sehat dan nuraninya. duka Wamena juga telah mengajarkan pada kita bahwa Nafsu, kekuasaan, Harta adalah Fitnah terbesar dalam hidup kita sebagai manusia.

Apakah kita akan berpangku tangan saja melihat kebrutalan dan gaya barb-bar seperti ini? tentu tidak. Apakah kita akan membiarkan saja , budaya dan peradaban yang terus menerus mengeksplorasi kebodohan dan nir -moral seperti ini? tentu tidak!!! sekali-kali tidak!!!

Semoga Pemimpin-pemimpin negeri ini, yang selalu mengedepankan nafsu dan syahwat politiknya dan kekuasaannya, bisa tersadar dengan kasus ini, bahwa di Suatu masa, kalian akan dimintai pertenggungjawaban yang sangat berat. Ini adalah pelajaran berhagar, jika kalian tidak sungguh-sungguh memimpin , menciptakan rasa damai dan keamanan kepada rakyatmu, maka mestinya kalian harus mengurai kembali dan sadar diri bahwa kalian hanyalah manusia biasa yang tak lebih dari daging-daging dan tulang belulang yang suatu saat nanti akan hilang dan fana di atas BUmi ini.

Setiap zaman, mesti ada lahir provokator-provokator
Setiap zaman mesti ada manusia-manusia Tak bermoral
Setiap Zaman, Selalu diisi oleh manusia-manusia tak berakhlak
Itulah sebabnya Rasulullah SAW di utus untuk memperbaiki Akhlak manusia
Karen Akhlaklah yang bisa menyelamatkan peradaban
Manusia berilmu tanpa akhlak maka akan hancur
Karena Akhlak Adalah pewujud kedamaian dimuka bumi ini.

Allah Tuhan Yang Maha Kuasa Maha Tahu dengan semuanya,
Semoga Allah berikan kedamaian buat negeri Kita, Indonesia ini.Aamiin.



No comments:

Post a Comment