Kenyataan Tak Sesuai Cita-cita
Kenyataan memang seringkali tak sesuai dengan cita-cita kita semasa kecil. Kenyataan juga kadang tak sesuai dengan cita-cita ketika kita sudah menginjak remaja, bahkan Kenyataan seringkali berbeda dengan cita-cita ketika kita sudah dewasa dan akan menentukan pilihan. Saya dulu bercita-cita menjadi "ustadz" atau "dosen" yang mengajar di Kampus Islam. Oleh sebab itu, sejak sekolah dasar saya telah berkutat dengan segala hal yang berhubungan dengan bau-bau ustadz, misalkan sejak kecil saya sudah belajar menjadi mubaligh, mubligh cilik. sejak kecil yang saya maksud adalah ketika usia masih SD. Saya rutin setiap hari Sabtu sd Minggu ikut sekolah menjadi kader mubaligh cilik, entah berapa tahn saya juga sudah lupa persisnya. Pokoknya, sejak ikut sekolah itu, saya juga menjadi Hafidz Quran walau hanya Juz Akhir yakni juz 30. Cita-cita saya selalu bergelora, apalagi ketika diberikan kesempatan untuk tampil di depan, di atas meja ceramah dan menceramahi Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang rajin ke mesjid. Ada semacam kecanduan yang muncul karena saya merasa bangga bahwa saya bisa bicara di depan orang banyak, sedangkan apa yang saya sampaikan? saya tak pernah peduli yang penting orang mendengarkan saya dan sekali-kali terdengar ocehan "wah pintar kali anak itu, siapa namanya?, atau celetukan lain, hebat dia, kecil-kecil dah bisa ceramah dan hafal ayat-ayat Al-qura, sama artinya terus juga bisa menjelaskan maksud ayatnya. Begitulah, sejak saat itu, Saya selalu punya cita-cita menjadi Ustadz.
Pengalaman ketika Remaja
Ketika beranjak remaja, Saya masuk sekolah agama yang sekarang sekolah ini sudah berganti label menjadi pesantren. Pesantren ini sangat dikenal tentunya di kampung saya minimal atau di daerah Sumatera barat Umumnya, karena pesantren ini konon didirikan oleh salah satu Guru Yakni Syiekh Ibrahim Musa yang menjadi salah satu tokoh pergerakan Islam masa lampau. Katanya, beliau adalah tokoh yang moderat , tokokh yang selalu bisa menempatkan posisi antara tokokh tradisionalis dan tokokh modernis masa itu. Saya sangat berbangga bisa sekolah di sini karena sekolah ini mestinya nanti akan melahirkan output yang setidaknya juga nanti adalah orang-orang berilmu yang moderat dan bisa berkawan dengan siapa saja.
Setelah menamatkan sekolah di pesantren,tentu saya juga mengambil jalur yang sama yakni kuliah di kampusn yang juga mengajarkan tentang ilmu-ilmu agama, sehingga akan menambah kesaktian saya mempelajari ilmu Agama. Pilihan akhirnya berlabuh di sebuah kampus Tua nan termasyhur Yakni IAIN SUnan kalijaga Yogyakarta. Pertama Kuliah di sini memang bikin shock dan terheran-heran, ternyata saya bukanlah siapa-siapa dan bukanlah apa-apa, karena saking tingginya tingkat keilmuan kawan-kawan yang berasal dari seluruh penjuru nusantara, terus terang Saya sempat Minder dan merasa "kalah". Saya merasa sangat susah sekali untuk mengikuti pelajaran di kampus, karena metode yang berbeda dengan semasa pesantren. Hidup saya memang selalu dalam dunia kalah dan menang hahahaha..jika merasa akan menang maka saya akan bersemangat , namun jika merasa kalah, maka Saya merasa putus asa, tidsk bisa menerima dan kecewa.
Fakta yang Saya Alami ketika Kuliah ini, adalah awal dari suatu kisah yang akan membelotkan saya dari cita-cita mulia dulunya, dimana keinginan mnejadi ustadz mulai pudar dan berganti keinginan yang lain, Hal ini dimuali dari ketika saya mulai aktif menjadi aktifis Organisasi Mahasiswa dan kampus. Ketika menjadi Aktifis Organisasi mahasiswa , eksistensi saya mulai kelihatan dan saya mulai bisa menikmati, sampia akhirnya saya bersentuhan dengan kegiatan kemahasiswaan yang namanya Koperasi Mahasiswa. Organisasi ini bergerak dalam bidang kegiatan Koperasi dan usaha. Waaah..hal ini semakin menarik untuk digeluti dan bahkan Saya sampai puncak karir dalam organisasi ini Menjadi Ketua Umum KOPMA IAIN SUNAN KALIJAGA. wow..amazing, ternyata menjadi penguasa enak juga , hahahaha...semua mata tertuju sama kita, baik mata yang sendu, manis, taapan kagum dan bahkan juga benci dan jijik hahahaha..lengkap pokoknya.Namun saya menikmati momen momen itu..
KOPMA IAIN telah merubah cara saya berfikir, cara saya bersikap dan bertindak dan juga merubah cita-cita Saya. Akhirnya saya malah larut dengan kegiatan ini dan menikkamti semua hal yang berhubungan dengan KOPErasi dan Usaha. Sampai akhirnya Saya memilih Untuk menjadi Pengusaha. Yess Pengusaha...Cita-cita menjadi Ustadz sudah sirna dan Berganti menjadi Pengusaha yang juga ustadz,,upsss..hahahhaa..Ustad Ritel Indonesia ...wkwkkww
Saya yakin, banyak juga yang mengalami hal yang sama, bahwa cita-cita awal tentulah seringkali berbeda dengan Fakta yang akhirnya dialami oleh seseorang. Itu semua adalah Pilihan, dan Pilihan tentu saja diikuti oleh Usaha dan Ikhtiar yang berjalan seiring dengan cita-cita tersebut. Saya, Pastinya memang tidak lagi menjaga cita-cita awal saya dengan Ikhtiar yang saya lakukan, maka Takdir sekarang saya menjadi Pengusaha. Tak apa apa..Toh Yang penting dalam Hidup adalah memberikan manfaat sebanyak-banyaknya buat manusia lainnya, tentu setelah kita juga sudah bisa mandiri dan tegak berdiri.
Adri Syahrizal Adalah Seorang Wirausaha yang dulu memulai usahanya dengan menjadi salah satu "pelapak Di Sunday Morning (SUNMOR) UGM. Kemudian juga memiliki usaha On line berbasis FB. Merangkak terus, akhirnya Alhamdulillah mendirikan (Founder) Ritelteam Indonesia. Ritelteam Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Konsultansi Manajemen Minimarket Moderen, Penjualan Rak Minimarket, Software Minimarket. Kalau Mau Curhat bisnis dan konsultasi Boleh ya WA saja 08112652078
No comments:
Post a Comment