Warungku Adalah Hidupku bro/sis
Warungku adalah hidupku, adalah pernyataan salah seorang peserta sewaktu saya mengisi pelatihan manajemen minimarket moderen bekerjasama dengan Dinas Perindagkop Sleman Yogyakarta. Ketika itu, Seperti biasanya saya meminta peserta untuk mengungkapn kata-kata yang menguatkan mereka dengan bisnis yang mereka miliki. Salah satu peserta berucap dengan pekikkan "warungku adalah Hidupku". Ini sebuah pernyataan yang penuh semangat masa lampau yang tersemburat dengan otomatis dan tanpa pikiran terlebih dahulu. Sehingga Saya bertanya, Sudah berapa lama Ibu memilliki warung? sang Ibu menjawab dengan lantang 20 tahun Mas, Adrii!!!..Wow!!!
Ya, betull, Saya juga mengatakan bahwa dai Jutaan Ummat adalah Ustad Zainuddin dan HP jutaan Ummat adalah HP merek nokia 3310 dan bisnis yang jutaam Ummat adalah ya bisnis ini, Bisnis Retail, sembako, warung sembako, kelontongan,kios rokok dan sembako dan lain-lain namanya yang masing-masing daerah memiliki nama khas sendiri-sendiri. Beyuuul..bahwa Warung itu adalah hidup para banyak emak-emak dan bapak bapak seantero Negeri ini. Saya mengkonfirm juga bahwa orang tua saya juga punya warung/kadai/lapau yang didirikan sejak tahun 1982-1983, dan Alhamdulillah sampai hari ini masih hidup. Warung Itulah yang membesarkan Saya, kakak -kaka saya dan Adik-adik saya sehingga bisa sekeolah dan sampai hari ini mengantarkan Saya juga menjadi pengusaha yang juga berbasis warung yakni Konsultan Minimarket lokal dan mandiri.
Warungku Adalah hidupku
Saya masih ingat , betapa Ama dan Apa saya selalu bekerja keras sejak dulu, membuka warung dengan varian produk yang macam-macam, jualan sembako, hadiah, mainan dan bahkan juga variasi jualan makanan berat, misal nasi , sate, dan jajajan pasar lainnya. PAsarnya waktu itu adalah siswa MTSN?MAN Kubang Putiah (negeri nenek moyang saya). Setiap pagi, kadai/lapau buka setelah shuubuh, kemudian dah siap-siap menata barang dan Ama juga siapkan masakan berat. Kami dengan sabar menunggu para siswa datang untuk mampir ke kadai, ada yang makan, merokok dan makan jajajnan lainnya. Hal yang paling saya suka adalah ketika jam istirahat, waaaaah...itu langsung diserbu oleh para siswa. Saya juga dulu walau usia masih TK sudah belajar melayani transaksi walau hanya mengembalikan uang atau mengarahkan barang apa saja yang mau dibeli. sangat senang rasanya, melihat puluahn bahkan ratusan siswa yang datang belanja dan akhirnya pas jam istirahat selesai, saat itulah momen-momen lebih menyenangkan lagi..Hitung Uang masuk hahahahhaa...
Ketika dulu, usia masih TK, melihat banyaknya uang yang terkumpul rasa bahagianya luar biasa, walaupun tak tau apa gunanya, namun senang saja melihat tumpukan uang yang berjibun. Kadang Apa (Ayah) saya cerita bahwa uang ini lah yang akan digunakan buat bayar sekolah Kakak dan Saya nantinya, makanya kita harus jualan yang banyak. KAdang juga Apa saya menyuh untuk masukkan ke dalam tabungan walau jumlahnya saya tidak tau persis, karen Menurut beliau ini bagus buat sewaktu-waktu kalau ada keperluan mendadak.Gara-gara itu, saya jadi terbiasa untuk mengambil uang dan memasukkan dalam tabungan walau tidak di suruh, diam-diam saja...eeeh akhirnya tabungan itu juga terbongkar, ketika saya Mulai mebutuhkan biaya buat sekolah.betapa bahagianya.
Warungku adalah hidupku
Betapa sebanrnya, bisnis yang berbasis rumahan ini, urusan perut sebenarnya adalah bisnis yang memiliki ketahanan yang cukup lama. Maka, layak dan benar kiranya kalau masyarakat memilih bisnis ini sebagai andalan mata pencaharian, Saya yakin se yakin-yakinnya, sudah banyak warung yang berhasil dan masih berdiri puluhan tahun dan sudah banyak menghasilkan generasi-generasi hebat dari warung itu, apakah telah menciptakan sarjana hebat, pekerja profesional hebat, insinyur hebat, Ustad yang hebat, Kyai yang hebat, pengusaha yang hebat. Warung ukuran 10-20m2 telah banyak mengubah hidup rakyat/masyarakat Indonesia, apatah lagi warung yang lebih luas misal 100 sd 500 m2 hahahahahhaa...
So, Semangat Ibu-ibu tadi, telah menyentuh rasa kesadaran saya, telah menghentakkan rasa keyakinan saya, telah memberikan energy berlipat buat saya, telah memebrikan keyakinan terhdap saya, bahwa sebenarnya usaha yang berbasis "makanan/urusan perut" adalah bisnis yang tak lekang oleh waktu dan bisa dijadikan sebagai andalan untuk mata pencaharian dan tidak tertutup juga bisa kaya dari warung yang telah bermetamorfosa menjadi minimarket dan Supermarket.
Banyak juga warung sembako, kelontong yang tradisional berubah wujud dari warung sederhana menjadi minimarket/supermarket moderen,dari 1 gerai menjadi 10 gerai, dari ukuran 20m2 menjadi 200m2 atau bahkan 2000m2. Saksikanlah banyak minimarket/supermarket moderen lokal dan mandiri yang tersebar di seluruh pelosok negeri hari ini...
![]() |
| Warung Lokal Mandiri |
![]() |
| Warung ku hidupku |
![]() |
| Warung adalah hidupku |
Warungku adalah hidupku
Minimarketku adalah andalanku
Hidupku adalah untuk berjuang dan berusaha
Jihadku adalah untuk menyelesaikan semua permasalahan ekonomi keluargaku!!!
Wahai Para Mujahid Pemilik warung-warung, Toko kelontongan, Minimarket lokal/Supermarket lokal, bersatulah!!!! engkau adalah para Mujahid yang sungguh-sungguh juga keren.Engkau adalah para mujahid yang telah melahirkan generasi-generasi emas lewat warung kecilmu, toko kecilmu dan kios kecilmua!!!
Lihat juga metamorfosa warung menjadi Minimarket/Supermarket. Yang berubah adalah penataannya misal menggunakan Rak Minimarket moderen tapi masih dimiliki oleh masyarakat lokal dan juga memaksimlkan potensi teknologi moderen.
![]() |
| Dmart Magelang, Minimarket lokal |
![]() |
| Yasindomaret, Minimarket lokal mandiri |





No comments:
Post a Comment