Monday, 31 October 2016

Serial PATENKU 6 (Penjual NAsi Kucing Angkringan)

Kalau orang yang yang sudah pernah di Jogja, atau Orang Jogja sendiri, atau yang pernah berwisata ke Jogja, mestinya kenal dengan istilah "Nasi Kucing" atau angkringan. Nasi Kucing adalah kuliner yang ada di jogja yang di suguhkan dengan bungkusan kecil seperti makanan kucing, hihihi. Awalnya saya juga merasa risih, ketika pertama kali sampai di Jogja. Seorang teman mengajak makan malam di sebuah angkringan, namanya nasi kucing, Saya waktu itu sampai kaget dan mengulang pertanyaan, Apa benar makan nasi kucing? maksudnya apa? makan sama kucing? atau memang nasinya sama dengan makanan kucing?. teman saya waktu itu tertawa aja.. dan bialng ayo kita lihat saja.

Dulu, tahun 1997, pertama kali menginjakkan kaki di Jogja, saya mengenal yang namanya nasi kucing. Walau di awal-awal kedatangan saya belum berani menyentuh dan makan nasi kucing itu. Namun, pada saat kepepet waktu itu uang saya pas-pasan, akhirnya ajakan teman saya iyakan. Nah, itulah pertama kali saya coba makan, dan rasanya..hmmm..lumayan juga untuk menghilangkan lapar..hahahahaa...apalagi selera saya memang selera internasional. Apa aja bisa saya makan, yang penting kenyang. Memang kesan pertama adalah, tempat makannya ngeri, redup-redup...lampunya remang-remang.. jadi kalau mau milih nasi dan lauk harus benar2 diperhatikan..iiih..geli juga. hahaha

tahun 1997, makan satu porsi nasi kucing masih 150,-. tempe satu masih 50,- dan minum Teh anget masih 100-. Jadi sekali makan hanya mengeluarkan uang 300,-. sedangkan kalau makan di Rumah makan Padang harus mengeluarkan minimal 600,-. JAdi, untuk hari-hari selnjutnya Nasi kucing ini menjadi menu wajib saya ketika makan malam. Asyik juga untuk menghemat anggaran dan saya berfikir mereka inilh pejuang-pejuang ekonomi yang turut mensuskseskan para mahasiswa yang menuntut Ilmu di Jogja.

Saya nggak mau bahas nasi kucingnya, saya ingin membahas tentang salah satu penjual nasi kucing. kalau dulu orang jualan nasi kucing, hanya jualan nasi, lauk tempe dan tahu serta ceker, selain itu minuman yang disajikan adalah teh panas, teh es, jeruk panas dan dingin serta Jahe.Penjual nasi kucing biasanya gayanya sangat sederhana, Tampilan penjual sangat sederhana menyesuaikan dengan produk yang dia jual.

Penjual nasi angkringan satu ini sangat berbeda, dismaping gaya layanan yang ramah, menarik dan humble. Penjual Nasi angkringan ini lokasinya di seturan. Saya selalu kangen datang ke angkringan ini, selian layanan yang baik, menyenangkan dan sering di ajak bercerita, juga mereka luar biasa sekali. Selain jualan nasi angkringan juga jual pulsa. Nah, ini bagi saya sebuah stratgei jualan yang bagus. Dia tdk hanya mengandalkan jualan nasi kucing, tapi juga kekinian, ikutan jualan pulsa, Sebenarnya jualan pulsa untuk ukuran sekrang sih mestinya bukan hal yang baru, namun malihat sosok yang jualan saya sungguh kagum dengan mindset yang dia punya. Saya bertanya, kenapa ikut2an jualan pulsa pak, Jawaban dia sederhana aja, yaa...kan sekrang musimnya orang main pulsa mas, semua orang pegang HP, pasti butuh pulsa,, dan yg banyak jadi konsumen saya kan mahasiswa, mereka butuh pulsa yang nilainya kecil-kecil,,saya berfikir, mahasiswa kan uang terbatas, terus biasanya mereka butuh banget pulsa walau sudah malam hari, begitu katanya. Terus mas, Saya jualan nasi kenapa tidak sekalian ikutan jualan pulsa, wong sekalian aja, lagian nggak butuh energi banyak.

Inilah poinntnya, menarik sekali, bagi saya ada pelajaran yang menarik dari kasus ini antara lain :
1. Mindset mengambil peluang apa aja itu sangat penting bagi wirausahawan.
2. Mindset berkembang itu juga sangat dibutuhkan.
3. Differensiasi produk juga sangat penting, karena akan membuat usaha kita memiliki celah yang lain
4. Semangat untuk selalu bertahan itu lebih penting dari segalanya menjadi wirausaha.
5. Melayani dengan baik, ramah dan menarik juga adalah yang sangat penting apabila kita memiliki usaha sehingga konsumen nyaman dengan kita, sehingga terjadi repeat order dan menjadi konsumen yang loyal.

Saya lihat, usaha angkringan Bapak ini sampai skrang masih bertahan dan bahkan selalu ramai, semoga usahanya semakin berkembang dan memiliki ide-ide baru...untuk ukuran si Bapak, saya patut acungkan jempol karena memiliki pikiran dan gaya "kekinian" dan selalu "up-date".

Bravo angkringan!! bravo nasi Kucing!!! Bravo Jogja!!!

No comments:

Post a Comment