Saturday, 28 September 2019

Pembantu Itu Bukan Budak!!

Pembantu itu Bukan Budak!!
Pembantu Bukan Budak

Ya, Jika kita dengar kata pembantu, ya pembantu rumah tangga slalu yang ada dalam pikiran beberapa orang diantara kita atau mungkin sebahagian besar adalah orang-orang yang tidak terdidik, orang rendahan, bisa disuruh ngapa-ngapain aja, seenaknya aja diperintah, dan diperlakukan seperti budak saja. Perlakuan orang yang memiliki pembantu kepada pembantu rumah tangga , bisa kita saksikan dimana saja, bahwa banyak diantara mereka yang memposisikan atas bawah, majikan dan budaknya. Betapa tidak, lihat saja, mereka seenaknya aja menyuruh ini itu, dari  pagi sampai sore bahkan malam. Suruh nyuci, masak, cui piring, ngepel dan nyapu, jagain anaknya pula , untung kalau satu, kalau 2 atau 3 atau 10? jam istirahat tidak jelas, udah gitu, barapa gaji yang mereka terima? kadang masih ada yang ngasih 500.000/bulan, 1 juta dan jarang sekali yang ngasih sesuai UMP. kalaupun ngasih gaji lebih besar, kerjaannya juga diforsir.

Pernah nggak sih, kita membayangkan dalam posisi yang sama, atau saudara kita, ibu kita , bekerja dalam kondisi yang seperti itu?gimana rasanya? bunkankah mereka bekerja juga mengeluarkan energy yang  besar? keahlian khusus ? keberanian khusus? kesungguhuan yang juga khusus? Misal
1. Masak : mereka juga handel masak, bukankah masak juuga harus punya keahlian khusus? karena tidak semua orang bisa masak, apalgi masakan yang bisa dimakan dan enak pula.
2. Nyuci baju, nyuci baju juga harus hati-hati, jika salah bisa luntur dan bajunya rusak
3. Nyetrika, anda pernah nggak ke laundry? setrika baju itu bisa 2500 sd 3500/kg? nah anda bisa bayangkan pembangtu rumah tangga anda nyetrika 10 kg dalam sehatri?
4. nyapu lantai yang bersih dan ngepel paketannya.Coba sekali-kali anda nyapu terus ngepel, gimana rasanya? lakukan minimal 3 hari aja...pasti anda nggak akan kuat dan belum bicara hasil lho ya
5. Jagain anak, Anda punya anak kan? coba rasakan merawat anak, jagain anak 2 jam aja, fokus,,,waaah itu pekerjaan yang sangat berat.
 Cukup 5 ini saja yang saya gambarkan, dari semua pekerjaan itu, adalah pekerjaan berat yang harus mereka lakukan, kemudian anda memberikan gaji hanya sekledarnya saja, sudah gitu, sering pula anda marahi dan maki-maki...apa kata-kata yang lebih tepat kalau bukan "anda Feodal" dan "anda Penzahlim".

Pembantu itu BUkan budak!!!

Pembantu itu bukan budak, mereka adalah manusia merdeka yang sama dengan kita dan kita bermitra dengan mereka untuk  melakukan pekerjaan - pekerjaan yang kita tidak bisa lakukan, atau kita sharing pekerjaan dengan mereka dengan membagi beban agar kita bisa melakukan pekerjaan lain. Oleh sebab itu, perlakukanlah meraka sama halnya dengan kalian yang memiliki pegawai di kantor dan atau sama seperti kalian yang bekerja dikantor diperlakukan oleh pimpinan kalian sebagai orang yang profesional.

Pembantu itu bukan Budak!!

Pembantu itu bukan budak, mereka adalah pekerja profesional, profesi mereka adalah ahli dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Mereka harus diharga sebagai tim atau mitra yang sama dengan kita sendiri. bagaimana anda menghargai diri sendiri itu terwujud dalam bagaimana anda menghargai mereka dalam hal perlakukan, komunikasi, hubungan interaksi dan penghargaan dalam gaji/upah.

So, kalau saya , mereka bukan pembantu, bukan sekali kali bukan, tapi pekerja Rumah Tangga Profesional. Keahliannya komplit,manajemen emosinya juga keren, handling childrens juga oke. Apakah layak kamu perlakukan laksana budak?  kalau kamu perlakukan seperti itu, berarti kamu sendiri adalah budak-budak jaman.!! Catat!!.



Friday, 27 September 2019

Sang Pemungut Sampah

Sang Pemungut Sampah

Sang Pemungut Sampah

Apakah anda pernah membayangkan, suatu saat anda bekerja sebagai pemungut sampah? Anda menjadi orang yang bekerja untuk memunguti sampah-sampah yang dibuang oleh para pembuang sampah? berapa sampah yang ada di rumah anda? berapa sampah yang ada di sekitar lingkungan anda? apa jadinya bila sampah-sampah itu tidak dipunguti dan dibuang pada tempatnya? Sampah apa saja yang akan anda punguti?

Apakah pernah anda menbayangkan? bahwa akan memungut sampah2 yang nilainya masih layak dan bagus-bagus untuk dipakai sampai pada sampah yang bentuknya saja sudah nggak jelas, bau pula dan menjijikkan? Betapa bergidiknya perasaan anda ketika membayangkan jika ini akan terjadi pada diri anda bukan? Apakah anda pernah membayangkan, suatau saat anda akan memungui sampah anda sendiri dan sampah-sampah orang disekitar anda? plastik, kertas, makan basi, makan yang basah dan basi, makaan enak tapi sudah basi, makan mahal tapi sudah tak bernilai, sampai pad asampah yang berasal dari kotoran anak-anakmu? atau bisa juga kotoran keluargamu?

Saya, Tinggal disebuah lingkungan rumah yang akhirnya harus menggunakan jasa pemungutan sampah itu. Saya wajib membayar sekitar 50.000/bulan kepada penjual jasa pemungut sampah. Ketika pertama kali saya bertanya, berapa bayarannya? si Bapak Bilang, Ya monggo Mas, terserah jenengan saja. Lha, saya nanya lagi, orang lain biasanya berapa Pak..? ya, kalau orang lain biasanya 50.000, Mas. Oke,,saya akan bayar 50.000/bulan dan saya langsung bayar 6 bulan. Wah , Si bapak langusng ceria sekali wajahnya, langsung ucap Syukur, Alhamdulillaah, makasih Mas. Berikut percakapan saya :

Saya    : Pak, kenapa bapak senang sekali?
Bapak  : Ya Mas, karena saya sangat memerlukan uang ini, Masnya langsung memberikan 300.000 untuk 6 bulan, Alhamduliollah, semoga rejekinya mas lancar dan banyak ya.
Saya    : Tapi kan sama saja Pak, wong saya bayar 6 bulan? berarti bulan Depan kan bapak nggak dapat lagi dari Saya.?
Bapak  : Nggakpapa, Mas, karena saya butuh Uangnya memang sekarang untuk berobat.
Saya     : oh , (sambil menangis dalam hati) , siap Pak..Baik baik..Padahal dalam hati saya, ada keraguan juga, apakah si bapak ini akan tetap datang bulan bulan berikutnya? eh ternyata si Bapak selalu datang...

KAwan, Apakah anda pernah merasakan bahwa , kenikmatan terbesar adalah ketika Anda memebrikan sedikit saja hal yang cukup berarti buat orang lain? dan bagaimana perasaan anda? Saya, serasa sangat sangat candu..candu untuk selalu meringankan beban orang lain, apakah ini penyakit? Saya tidak Tau..yang saya tau, saya hanya senang sekali dan merasa bahwa saya merasa menjadi manusia yang sungguh berguna dan bisa mensyukuri Nikmat Allah.

Sang pemungut Sampah, dia selalu rutin datang dan datang lagi, memunguti semua sampah yang saya buang di tempat sampah, wajahnya sudah keriput, jalannya juga sudah kurang manthap dan gagah, tangannya gemetara, namun semangat selalu terpancar dai wajahnya. Saya selalu merasa tidak enak di satu sisi dan bersykuru sisi lain. Kenapa harus ada pemungut sampah? dan kenapa ada juga orang yang membuang sampah seeanknya?

Sang pemungut sampah adalah orang mulia yang banyak memberikan manfaat buat kemanusiaan, karena keberadaan dialah, sampah-sampah tidak berserakan lagi ditempat sembarangan. Sang pemungut sampah telah mendedikasikan hidupnya untuk menciptakan dan mewujdukan hidup yang bersih dari sampah. Apakah anda masih rela dan seenaknya saja buang sampah semabarangan?

Lihatlah di jalanan, sembarangan saja kamu buang sampah? lempar dari mobil, dari saku, dari rumahmu, dari atas gedung, dari motormu, dari mana saja, pokoknya jangan sampai lagi kamu buang sampah semabarangan ya? karena ingatlah, sang pemungut sampah itu tak banyak...karena bagi sebahagian orang lain, memungut smapah adalah pekerjaan yang "hina" , taoi bagi saya mereka adalah sang pejuang dan penjihad sejati, karena mereka masih bisa memeprtahankan hidupnya dengan pekerjaan yang mulia itu.


Sang pemungut sampah, kalian adalah pejuang sejati dan semoga manusia-manusia dimuka bumi ini sadar bahwa membuang sampah jangan seenaknya saja, karena sampah yang tak terpungut akan menyengsarakan mereka sendiri akhirnya , misal dengan bencana Banjir yang bisa "membunuh" diri mereka sendiri.

Bapak sang pemungut Sampah adalah Teladan untuk melihat hidup bahwa hidup harus tetap berjalan dan memberikan manfaat dan memebrikan solusi bagi orang lain.