Pembantu itu Bukan Budak!!
Pembantu Bukan Budak
Ya, Jika kita dengar kata pembantu, ya pembantu rumah tangga slalu yang ada dalam pikiran beberapa orang diantara kita atau mungkin sebahagian besar adalah orang-orang yang tidak terdidik, orang rendahan, bisa disuruh ngapa-ngapain aja, seenaknya aja diperintah, dan diperlakukan seperti budak saja. Perlakuan orang yang memiliki pembantu kepada pembantu rumah tangga , bisa kita saksikan dimana saja, bahwa banyak diantara mereka yang memposisikan atas bawah, majikan dan budaknya. Betapa tidak, lihat saja, mereka seenaknya aja menyuruh ini itu, dari pagi sampai sore bahkan malam. Suruh nyuci, masak, cui piring, ngepel dan nyapu, jagain anaknya pula , untung kalau satu, kalau 2 atau 3 atau 10? jam istirahat tidak jelas, udah gitu, barapa gaji yang mereka terima? kadang masih ada yang ngasih 500.000/bulan, 1 juta dan jarang sekali yang ngasih sesuai UMP. kalaupun ngasih gaji lebih besar, kerjaannya juga diforsir.
Pernah nggak sih, kita membayangkan dalam posisi yang sama, atau saudara kita, ibu kita , bekerja dalam kondisi yang seperti itu?gimana rasanya? bunkankah mereka bekerja juga mengeluarkan energy yang besar? keahlian khusus ? keberanian khusus? kesungguhuan yang juga khusus? Misal
1. Masak : mereka juga handel masak, bukankah masak juuga harus punya keahlian khusus? karena tidak semua orang bisa masak, apalgi masakan yang bisa dimakan dan enak pula.
2. Nyuci baju, nyuci baju juga harus hati-hati, jika salah bisa luntur dan bajunya rusak
3. Nyetrika, anda pernah nggak ke laundry? setrika baju itu bisa 2500 sd 3500/kg? nah anda bisa bayangkan pembangtu rumah tangga anda nyetrika 10 kg dalam sehatri?
4. nyapu lantai yang bersih dan ngepel paketannya.Coba sekali-kali anda nyapu terus ngepel, gimana rasanya? lakukan minimal 3 hari aja...pasti anda nggak akan kuat dan belum bicara hasil lho ya
5. Jagain anak, Anda punya anak kan? coba rasakan merawat anak, jagain anak 2 jam aja, fokus,,,waaah itu pekerjaan yang sangat berat.
Cukup 5 ini saja yang saya gambarkan, dari semua pekerjaan itu, adalah pekerjaan berat yang harus mereka lakukan, kemudian anda memberikan gaji hanya sekledarnya saja, sudah gitu, sering pula anda marahi dan maki-maki...apa kata-kata yang lebih tepat kalau bukan "anda Feodal" dan "anda Penzahlim".
Pembantu itu BUkan budak!!!
Pembantu itu bukan budak, mereka adalah manusia merdeka yang sama dengan kita dan kita bermitra dengan mereka untuk melakukan pekerjaan - pekerjaan yang kita tidak bisa lakukan, atau kita sharing pekerjaan dengan mereka dengan membagi beban agar kita bisa melakukan pekerjaan lain. Oleh sebab itu, perlakukanlah meraka sama halnya dengan kalian yang memiliki pegawai di kantor dan atau sama seperti kalian yang bekerja dikantor diperlakukan oleh pimpinan kalian sebagai orang yang profesional.
Pembantu itu bukan Budak!!
Pembantu itu bukan budak, mereka adalah pekerja profesional, profesi mereka adalah ahli dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Mereka harus diharga sebagai tim atau mitra yang sama dengan kita sendiri. bagaimana anda menghargai diri sendiri itu terwujud dalam bagaimana anda menghargai mereka dalam hal perlakukan, komunikasi, hubungan interaksi dan penghargaan dalam gaji/upah.
So, kalau saya , mereka bukan pembantu, bukan sekali kali bukan, tapi pekerja Rumah Tangga Profesional. Keahliannya komplit,manajemen emosinya juga keren, handling childrens juga oke. Apakah layak kamu perlakukan laksana budak? kalau kamu perlakukan seperti itu, berarti kamu sendiri adalah budak-budak jaman.!! Catat!!.
No comments:
Post a Comment