Friday, 27 September 2019

Sang Pemungut Sampah

Sang Pemungut Sampah

Sang Pemungut Sampah

Apakah anda pernah membayangkan, suatu saat anda bekerja sebagai pemungut sampah? Anda menjadi orang yang bekerja untuk memunguti sampah-sampah yang dibuang oleh para pembuang sampah? berapa sampah yang ada di rumah anda? berapa sampah yang ada di sekitar lingkungan anda? apa jadinya bila sampah-sampah itu tidak dipunguti dan dibuang pada tempatnya? Sampah apa saja yang akan anda punguti?

Apakah pernah anda menbayangkan? bahwa akan memungut sampah2 yang nilainya masih layak dan bagus-bagus untuk dipakai sampai pada sampah yang bentuknya saja sudah nggak jelas, bau pula dan menjijikkan? Betapa bergidiknya perasaan anda ketika membayangkan jika ini akan terjadi pada diri anda bukan? Apakah anda pernah membayangkan, suatau saat anda akan memungui sampah anda sendiri dan sampah-sampah orang disekitar anda? plastik, kertas, makan basi, makan yang basah dan basi, makaan enak tapi sudah basi, makan mahal tapi sudah tak bernilai, sampai pad asampah yang berasal dari kotoran anak-anakmu? atau bisa juga kotoran keluargamu?

Saya, Tinggal disebuah lingkungan rumah yang akhirnya harus menggunakan jasa pemungutan sampah itu. Saya wajib membayar sekitar 50.000/bulan kepada penjual jasa pemungut sampah. Ketika pertama kali saya bertanya, berapa bayarannya? si Bapak Bilang, Ya monggo Mas, terserah jenengan saja. Lha, saya nanya lagi, orang lain biasanya berapa Pak..? ya, kalau orang lain biasanya 50.000, Mas. Oke,,saya akan bayar 50.000/bulan dan saya langsung bayar 6 bulan. Wah , Si bapak langusng ceria sekali wajahnya, langsung ucap Syukur, Alhamdulillaah, makasih Mas. Berikut percakapan saya :

Saya    : Pak, kenapa bapak senang sekali?
Bapak  : Ya Mas, karena saya sangat memerlukan uang ini, Masnya langsung memberikan 300.000 untuk 6 bulan, Alhamduliollah, semoga rejekinya mas lancar dan banyak ya.
Saya    : Tapi kan sama saja Pak, wong saya bayar 6 bulan? berarti bulan Depan kan bapak nggak dapat lagi dari Saya.?
Bapak  : Nggakpapa, Mas, karena saya butuh Uangnya memang sekarang untuk berobat.
Saya     : oh , (sambil menangis dalam hati) , siap Pak..Baik baik..Padahal dalam hati saya, ada keraguan juga, apakah si bapak ini akan tetap datang bulan bulan berikutnya? eh ternyata si Bapak selalu datang...

KAwan, Apakah anda pernah merasakan bahwa , kenikmatan terbesar adalah ketika Anda memebrikan sedikit saja hal yang cukup berarti buat orang lain? dan bagaimana perasaan anda? Saya, serasa sangat sangat candu..candu untuk selalu meringankan beban orang lain, apakah ini penyakit? Saya tidak Tau..yang saya tau, saya hanya senang sekali dan merasa bahwa saya merasa menjadi manusia yang sungguh berguna dan bisa mensyukuri Nikmat Allah.

Sang pemungut Sampah, dia selalu rutin datang dan datang lagi, memunguti semua sampah yang saya buang di tempat sampah, wajahnya sudah keriput, jalannya juga sudah kurang manthap dan gagah, tangannya gemetara, namun semangat selalu terpancar dai wajahnya. Saya selalu merasa tidak enak di satu sisi dan bersykuru sisi lain. Kenapa harus ada pemungut sampah? dan kenapa ada juga orang yang membuang sampah seeanknya?

Sang pemungut sampah adalah orang mulia yang banyak memberikan manfaat buat kemanusiaan, karena keberadaan dialah, sampah-sampah tidak berserakan lagi ditempat sembarangan. Sang pemungut sampah telah mendedikasikan hidupnya untuk menciptakan dan mewujdukan hidup yang bersih dari sampah. Apakah anda masih rela dan seenaknya saja buang sampah semabarangan?

Lihatlah di jalanan, sembarangan saja kamu buang sampah? lempar dari mobil, dari saku, dari rumahmu, dari atas gedung, dari motormu, dari mana saja, pokoknya jangan sampai lagi kamu buang sampah semabarangan ya? karena ingatlah, sang pemungut sampah itu tak banyak...karena bagi sebahagian orang lain, memungut smapah adalah pekerjaan yang "hina" , taoi bagi saya mereka adalah sang pejuang dan penjihad sejati, karena mereka masih bisa memeprtahankan hidupnya dengan pekerjaan yang mulia itu.


Sang pemungut sampah, kalian adalah pejuang sejati dan semoga manusia-manusia dimuka bumi ini sadar bahwa membuang sampah jangan seenaknya saja, karena sampah yang tak terpungut akan menyengsarakan mereka sendiri akhirnya , misal dengan bencana Banjir yang bisa "membunuh" diri mereka sendiri.

Bapak sang pemungut Sampah adalah Teladan untuk melihat hidup bahwa hidup harus tetap berjalan dan memberikan manfaat dan memebrikan solusi bagi orang lain.





No comments:

Post a Comment