Sore itu saya menemani anak gadis untuk berenang. Anak gadis kami berenang dengan coach yang biasanya lokasinya di Hotel , Salah satu hotel di Yogyakarta. Seperti biasa, sembari menemani saya selalu mencari alternatif tempat makan. Maka, iseng-iseng saya mencoba mencari-cari lookasi yang bisa nongkrong. Akhirnya pilihan saya jatuh di sebuah rumah makan sederhana. Dari depan memang kelihatan sebuah warung yang kurang terawat, tidak menarik untuk dikunjungi., Namun saya tetap mencoba untuk masuk dan memesan makanan.
Di dalam warung tersebut, saya saksikan ada seorang ibu-ibu yang aktif memasak. Masakan yang di masak adalah sayuran, gorengan dan masak air. Saya langsung bertanya tentang menu apa saja yang dia sedikan di warung dia. Ternyata hanya ada bakmi jawa serta makanan nasi Ramas (prasmanan). Saya langsung pesan Nasi Ramas saja, karena saya lihat ada lauk Telur goreng yang menjadi kesukaan saya. kemudian tak lupa pula saya memesan Minuman, Teh manis Hangat.
Sembari makan saya selalu mencoba mengajak ngobrol santai dengan si Ibu,Pertanyaan standar saja, yakni sejak kapan jualan?terus bagaimana perkembangan sampai sekarang, kemudian apakah tempat jualannya sudah menjadi aset sendiri atau kontrak/sewa. Di tengah makan dan ngobrol datang seorang bapak-bapak yang ternyata adalah Suami si Ibu. Ternyata Bapak ini malah yang aktif bercerita dan ngajak ngobrol.
Mas, saya sudah 30 tahun buka usaha ini. sejak zaman Suharto sampai Zaman Jokowi. Tau nggak mas, dalam usaha itu yang paling penting tekun, telaten dan sabar. Karena mau ngikutin zaman, wah saya bukan orang pintar. Saya ini hanya orang kecil yang punya semangat, Tapi Saya tetap ingin anak-anak saya sekolah dan ikut pendidikan yang layak. Tapi yang namanya anak ya, mereka mau sekolah tinggi-tinggi oke, mau sampai SMA aja ya nggakpapa, yang penting kewajiban saya sudah saya tunaikan. Bapak ini berujar, Anak-anak saya semua sekarang sudah kerja mas. Jadi ini usaha tetap saja saya sama istri saya. Tuh di depan, saya jualan bensin eceran, tau nggak kenapa? karena ini jalan ramai, pasti orang butuh bensin, selaolin itu saya juga sekalian buka tambal ban, Kasihan wong-wong yang kebanan (bocor bannya). Jadi sekalian usaha sekaligus juga saya ikut membantu orang yang kena musibah.
Panjang cerita dan obrolan selama satu jam efektif ini, yang pada akhirnya bisa saya simpulkan, bahwa selama ada usaha dan ikhtiar yang maksimal, pastri ada jalan yang diberikan Allah SWT. Setiap orang punya pilihan untuk menjadi apa dan bagaimana mencapainya. Setiap orang punya energi sendiri dan keyakinan sendiri. Bahkan saya pernah bertanya, apakah kondisi negara sekarang ini membuat mereka susah, misal BBM naik, harga naik dan sebagainya, Si Bapak bilang nggak ada mas, wong kalau naik ya kita tinggal menyesuaikan kebutuhan, toh sudah di atur sama Yang Maha Kuasa. Tinggal kita bisa menerima dan berjuang terus atau kita menyerah dengan kondisi. Ini salah satu pernyataan "wong cilik" yang mengejutkan saya. Betapa mereka itu kuat...mereka itu bisa bertahan, makanya tidak heran kalau ada krisi mereka tetap bisa eksis, so siapa sebenarnya yang bilang BBM naik rakyat menderita? rakyat tersisa? jangan -jangan hanya sebagian orang yang punya kepentingan saja, Toh masyarakat santai - santai saja. Mereka hanya ingin negara ini damai, segingga berusaha bisa aman, lancar dan damai. kalau kondisi nyaman, jualan dan buka usaha juga enak .,katanya.
Sekali lagi, saya disadarkan oleh seorang pedagang pinggiran , jualan bensin, tambal ban dan bakwi jawa, bahwa "sebanrnya hanya gengsi kita" yang meruntuhkan mimpi-mimpi kita sendiri.
Adri Syahrizal Adalah Seorang Wirausaha yang dulu memulai usahanya dengan menjadi salah satu "pelapak Di Sunday Morning (SUNMOR) UGM. Kemudian juga memiliki usaha On line berbasis FB. Merangkak terus, akhirnya Alhamdulillah mendirikan (Founder) Ritelteam Indonesia. Ritelteam Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Konsultansi Manajemen Minimarket Moderen, Penjualan Rak Minimarket, Software Minimarket. Kalau Mau Curhat bisnis dan konsultasi Boleh ya WA saja 08112652078
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment